Rabu, 22 Oktober 2014

MWC Nahdlatul Ulama Kec.Rungkut - Surabaya .

Risalah Redaksi   ,


Sudah Banyak Energi Tertumpah, Lalu Apa?  .

Proses pemilihan presiden dan wakil presiden atau pilpres 2014 telah menguras cukup banyak energi warga nahdliyin. NU memang bukan partai politik. Namun dalam pelaksanaan pilpres kali ini, NU bahkan sering kelihatan lebih sibuk dibanding partai politik itu sendiri yang sudah cukup lelah setelah menghadapi pemilu legislatif. 

Hal itu bisa dilihat dari aksi penggalangan dukungan yang dilakukan oleh para tokoh NU dan kiai pesantren yang melibatkan warga nahdliyin secara masif. Umumnya, para pengurus NU atau pengasuh pondok pesantren yang terlibat aktif dalam aksi dukung-mendukung calon tertentu itu menyatakan bahwa mereka itu bertindak atas nama pribadi. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa aktivitasnya di dalam organisasi NU atau ketokohannya di lingkungan pesantren itu cukup melekat dalam pribadi yang bersangkutan.  


Pilpres 2014 kali ini memang sangat menarik, atau bahkan bisa dikatakan menegangkan, karana hanya diikuti oleh dua kontestan dan hanya dilakukan satu kali putaran. Pemilihan presiden secara langsung yang dilakukan pertama kali pada 2004 lalu diikuti oleh lima kontestan dan kelimanya melibatkan unsur NU di dalamnya, sehingga banyak pengamat menyebutnya “all the NU man”. Pilpres 2014 kali ini tidak menempatkan tokoh-tokoh NU sebagai calon yang berhadap-hadapan, namun para pendukung atau tim sukses kedua kubu melibatkan banyak sekali tokoh NU dan kiai pesantren dan bisa dikatakan cukup berimbang. Para tim kampanye yang didukung oleh berbagai lembaga survei juga tidak bisa memungkiri bahwa NU menjadi variabel penting dalam menentukan kemenangan calon presiden dan wakil presiden baru. Kedua kubu menempatkan tokoh NU sebagai “daftar belanja pemain” sehingga persaingan menjadi cukup serius melibatkan warga nahdliyin.

Tidak sekedar saling dukung-mendukung atau doa-mendoakan dan memakai berbagai simbol tradisi keagamaan sebagai material kampanye, sebagian tim sukses bahkan tidak bisa menahan diri dengan menerbitkan surat instruksi atau memasang spanduk bertuliskan fatwa wajib memilih atau haram memilih calon tertentu atas nama tokoh atau kiai tertentu. Bahkan instruksi itu juga sampai dibumbui hasil istikhoroh atau isyarat langit dan sejenisnya. Para tim sukses membuat situasi seolah-olah sedang genting sehingga harus memenangkan calonnya masing-masing.

Proses pilpres juga melibatkan cara-cara kampanye negatif, bahkan kampanye hitam atau fitnah yang melibatkan kedua kubu yang sedang bersaing, bahkan sempat menyinggung-nyinggung sentimen SARA. Sementara persaingan itu juga didukung oleh stasiun televisi nasional yang memosisikan diri secara berhadap-hadapan dan mengeksploitasi berbagai isu yang menyudutkan satu sama lain. Persaingan antarwarga dan pendukung sekarang ini juga difasilitasi oleh berbagai media sosial modern seperti facebook dan twitter sehingga menambah tensi ketegangan, dan nyaris berlangsung selama 24 jam. Di bulan Ramadhan, barangkali tensi persaingan menurun hanya pada saat berbuka puasa. Setelah itu persaingan dimulai lagi.


Moch  Shodiq Fuull . 



Untungnya, Rais Aam NU KH A. Mustofa Bisri atau Gus Mus sebagai pucuk pimpinan NU tidak melibatkan diri ke dalam salah satu di antara dua kubu. Beliau bahkan berkali-kali mengingatkan bahwa kedua calon yang bersaing adalah putra-putra terbaik bangsa. Diingatkan juga bahwa para pendukung kedua pasangan calon juga menginginkan yang paling terbaik untuk bangsa. Dalam pernyataan terakhir bahkan dengan kalimat yang cukup keras, Rais Aam mengingatkan bahwa calon presiden dan wakil presiden hanya dipilih dalam masa lima tahun saja. “Hanya lima tahun, tidak sampai kiamat.” Sehingga kampanye atau aksi penggalangan dukungan tidak perlu dilakukan secara berlebihan.

Setelah aksi dukung-mendukung itu, pertanyaannya lalu apa? Ada istilah yang akrab sekali di kalangan warga Nahdliyin bahwa seringkali NU hanya menjadi pendorong mobil mogok. Setelah mobil mogok itu jalan, NU lalu ditinggalkan begitu saja di belakang sana, dan hanya merasakan asap knalpotnya.

Sebagian tim sukses telah menjanjikan jatah kementerian tertentu kepada warga Nahdliyin sekaligus menjadi bahan kampanye ke sana ke mari. Pos yang paling sering dijanjikan adalah kementerian agama, serta ditambah beberapa kementerian yang selama ini dipegang oleh kader NU yang aktif di partai politik tertentu.

Namun pos-pos kementerian itu pastilah bukan tujuannya. Selain itu diakui bahwa selama ini, NU yang direpresentasikan oleh para kadernya dalam berbagai pos kementerian itu, hanya terlibat dalam ruang peran yang sangat kecil dibandingkan dengan semua pos kementerian yang ada di negara ini. Padahal dipastikan dalam semua pos kementerian itu, terutama dalam pos kementerian yang dikategorikan “basah” terdapat semua kepentingan warga NU di dalamnya. Jadi tidak cukup jika NU hanya dijanjikan memengang posisi kementerian tertentu.

Lebih penting dari semua itu adalah mengawal perjalanan bangsa ini selama lima tahun ke depan. Almaghfurlah KH M.A. Sahal Mahfud telah mengingatkan bahwa sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah atau organisasi keagamaan yang bersifat sosial, NU tidak mengurusi politik kekuasaan atau siyasah safilah. Kepedulian NU terhadap politik diwujudkan dalam peran politik tingkat tinggi atau siyasah aliyah yang meliputi tiga aspek penting, yakni politik kebangsaan, politik kerakyatan dan etika berpolitik.
Selama lima tahun ke depan, politik tingkat tinggi NU itu juga harus diperankan secara lebih operasional. Dalam hal menjalankan politik kerakyatan misalnya, NU harus aktif mengawal proses penganggaran negara dari pusat sampai daerah. Dalam hal etika politik misalnya, NU harus memastikan bahwa proses politik sejak pilpres hingga perjalanan lima tahun periode pemerintahan sedang berlangsung kehidupan politik yang santun dan bermoral yang tidak menghalalkan segala cara.

Dan dalam konteks pilpres maka para tokoh atau aktivis NU yang terlibat dalam aksi penggalangan dukungan adalah yang paling bertanggungjawab dalam mengawal perjalanan bangsa selama lima tahun ke depan, tidak cukup hanya mengarahkan dukungan warga untuk mencoblos calon tertentu. Sekali lagi, lima tahun ke depan.

 (A. Khoirul Anam)














Selasa, 21 Oktober 2014

MWC Nahdlatul Ulama Kec.Rungkut - Surabaya .

Nasional 
Ketika Seorang Sahabat Menjadi Presiden .




Selasa, 21/10/2014 08:00 .




Menyaksikan seorang sahabat menjadi presiden, tentu memberikan perasaan tersendiri bagi pengasuh Pesantren Al-Qur’aniyy Solo, KH Abdul Karim.
 
“Sesaat sebelum pengambilan nomor urut, Jokowi sempat bertanya melalui SMS kepada saya, tentang wiridan apa yang perlu dibaca,” kata Gus Karim yang pernah menjadi ketua tanfidziyah PCNU Kota Surakarta,.
“Gus, apakah wiridannya itu perlu dibaca? Saya jawab, ya perlu dibaca wiridan itu,” kata Gus Karim tanpa menyebut wirid apa yang diijazahkannya ke Jokowi.  

“Esoknya beliau kembali menghubungi saya , Gus saya dapat nomor dua. Saya jawab, ya itu, salah sendiri cuma tanya lewat SMS, tidak sowan langsung,” ujar Gus Karim menirukan pembicaraanya dengan Jokowi.

Pengasuh Majelis Dzikir dan Shoalwat Jamuro itu juga memiliki panggilan tersendiri kepada Jokowi. “Dari dulu saya memanggilnya dengan sebutan ‘Pak Wali’. Bahkan, ketika sudah menjadi Gubernur. Tapi ndak tahu kalau sudah jadi presiden sekarang,” katanya sembari terkekeh.

Kata Gus Karim, Jokowi itu punya tiga nama panggilan, “Pertama yoqowiyu, ini panggilan dari mereka yang terlalu mengidolakan. Adapula yang memanggilnya dengan biasa Jokowi, seperti saya. Lain lagi dengan yang tidak senang, memanggilnya dengan jo kui (jangan yang itu).”




Jokowi dan Jamuro .


Pada kesempatan lain, Gus Karim juga pernah mengungkapkan, sosok Jokowi yang ikut membesarkan jamaah Sholawat di Solo bersama Jamaah Muji Rosul (Jamuro). Menurutnya, Jamuro tak lepas dari Jokowi.
“Saat Jokowi naik, mulai saat itulah Jamuro naik. Akhirnya kami pun meminta Jokowi untuk menjadi penasihat Jamuro.”

Gus Karim menceritakan “ledakan” jemaah Jamuro terjadi seusai mereka berkegiatan di Lodji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Solo. “Sebelum Pak Jokowi ngunduh Jamuro di Lodji Gandrung jemaah sekitar 100 - 200 orang setelah itu semakin banyak. Sekarang jemaah bisa mencapai 2.000-3.000 orang jika Jamuro mengadakan pengajian,” ucapnya. (Ajie Najmuddin/Anam)



Kamis, 02 Oktober 2014

Masjid Tholabuddin


 فيديو نادر لعبد الباسط يبكي من خشية الله ويتماسك-Quran

Sekar , Bojonegoro .



Wali – Doaku Untukmu Sayang   .

 

kau mau aku apa, pasti kan ku beri
kau minta apa, akan ku turuti
walau harus aku terlelap dan letih
ini demi kamu sayang


reff:

aku tak akan berhenti
menemani dan menyayangimu
hingga matahari tak terbit lagi
bahkan bila aku mati
ku kan berdoa pada Ilahi
tuk satukan kami di surga nanti
tahukah kamu apa yang ku pinta
di setiap doa sepanjang hariku
Tuhan tolong aku, tolong jaga dia
Tuhan aku sayang dia

repeat reff 


(Tuhan tolong aku, jaga jaga dia
Tuhan ku pun sayang dia)


repeat reff   .

 



Sekar , Bojonegoro .

 
 
 
Kenangan Terindah
oleh: Samsons 


Aku yang lemah tanpamu
 
Aku yang rentan karena 
 
Cinta yang t'lah hilang 
 
Darimu yang mampu menyanjungku
 
Selama mata terbuka 
 
Sampai jantung tak berdetak 
 
Selama itu pun aku mampuUntuk mengenangmu
 
Darimu kutemukan hidupku 
 
Bagiku kaulah cinta sejati

Chorus :
 
Bila yang tertulis untukku
 
Adalah yang terbaik untukmu 
 
Kan kujadikan kau 
 
Kenangan yang terindah dalam hidupku 
 
Namun takkan mudah bagiku
 
Meninggalkan jejak hidupku 
 
Yang t'lah terukir abadi 
 
Sebagai kenangan yang terindah  


Darimu kutemukan hidupku 
 
Bagiku kaulah cinta sejati
 
 
 
 
 
 
Chorus  : 
 
 








Sekar , Bojonegoro .





Aku Lelakimu lyrics  



Artist/band: Anang
Album:
Genre: Pop
Posted by: Che-Che







Datanglah bila engkau menangis
Ceritakan semua yang engkau mau
Percaya padaku aku lelakimu

Mungkin pelukku tak sehangat senja
Ucapku tak menghapus air mata
Tapi ku di sini sebagai lelakimu

Chorus:

Aku lah yang pernah memelukmu erat
Saat kau berpikir mungkinkah berpaling
Aku lah yang nanti menenangkan badai
Agar tetap tegar kau berjalan nanti

Sudah benarkah yang engkau putuskan
Garis hidup sudah engkau temukan
Engkau memilihku sebagai lelakimu

Chorus:

Aku lah yang pernah memelukmu erat
Saat kau berpikir mungkinkah berpaling
Aku lah yang nanti menenangkan badai
Agar tetap tegar kau berjalan nanti









http://mylyric.6te.net/lyrics.php?artistlyrics=Anang--Aku_Lelakimu

Senin, 29 September 2014

Masjid Tholabuddin



"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah ALLAH dengan memurnikan keta'atan kepada Nya dalam ( menjalankan ) agama yang lurus " 

QS.Al-Bayyinat: 5,




Masjid Tholabuddin



"إنَّ الله لا يقبض العلم انتزاعاً ينتزعه من العباد ولكن يقبض العلم بقبض العلماء، حتى إذا لم يُبْقِ عالماً اتَّخذ الناس رُؤساءَ جهالا فسئلوا فأفتوا بغير علم فضَلُّوا وأضَلُّوا"



"Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut Ilmu Pengetahuan begitu saja

dari seorang hamba, akan tetapi mencabut Ilmu Pengetahuan dengan cara

mencabut Ilmuwannya, sehingga setelah tiada dan belum ada

penggantinya, maka manusia akan mengambil pemimpin dari orang yang

BODOH, yang ketika ditanya, para Peminpin itu menjawab dengan TANPA

DASAR ilmu; SESAT dan MENYESATKAN."  






Masjid Tholabuddin



"Nasihat Empat Mata adalah Nasihat. Sedangkan nasihat di depan khalayak adalah mempermalukan." 
( Imam Syafi'i )  .



Masjid Tholabuddin

Moch  Shodiq  Fuull.



اليوم نختم على أفواههم وتكلمنا أيديهم وتشهد أرجلهم بماكانوأ يكسبون



Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. 
(QS. Yasin : 65)  . 

 Moch Shodiq  Fuull.

Yayasan Al Azhar Rungkut Kidul .

awas  pisaunya tajam   ....

Masjid Tholabuddin







عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَة هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَ

Dari Abu Hurairah berkata: Nabi SAW bersabda: setiap anak dilahiran dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?


 Moch  Shodiq Fuull
 

PAC .IPNU RUNGKUT .



 *   Belajarlah  pada  orang  berhasil, agar  kita  tahu   jalan  yang  benar . Juga  pada  orang  gagal  ,  agar  kita  dapat  jalan  yang  salah      *  


' purwa caraka ' 




Pasar Soponyono . Rungkut



Pesan  Bijak  .


*  Kekayaan  termahal  yang  dimiliki  oleh  seorang  pemimpin  bukanlah  jabatan  dan  kedudukan  , melainkan  kesesuaian   antara  perkataan  dan  perbuatan    *  



" Dahlan  Iskan "  





Yayasan Al Azhar Rungkut Kidul .

 
 membagi  daging qurban di Yayasan Al Azhar Rungkut Kidul .



Pasar Soponyono . Rungkut


Pesan  Bijak  .

"  Sebuah  senyuman  dapat   membuat  hari  
yang  gelap  menjadi  cerah  " 


Dahlan  Iskan * 




Kamis, 25 September 2014

MWC Nahdlatul Ulama Kec.Rungkut - Surabaya .

KH. Abdul Wahab Hasbullah

 (Biografi Singkat) 

Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah (lahir di Jombang, 31 Maret 1888 – meninggal 29 Desember 1971 pada umur 83 tahun) adalah seorang ulama pendiri Nahdatul Ulama. KH Abdul Wahab Hasbullah adalah seorang ulama yang berpandangan modern, da’wah beliau dimulai dengan mendirikan media massa atau surat kabar, yaitu harian umum “Soeara Nahdlatul Oelama” atau Soeara NO dan Berita Nahdlatul Ulama. 
Kyai Wahab lahir dari pasangan Kyai Chasbullah dan Nyai Lathifah. Keluarga Chasbullah, pengasuh Pondok Tambakberas masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan KH. Hasyim Asy’ari, Rois Akbar Nahdlatul Ulama yang juga Pendiri Pondok pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. 
Semenjak kanak-kanak, Abdul Wahab dikenal kawan-kawannya sebagai pemimpin dalam segala permainan. Beliau dididik ayahnya sendiri cara hidup,seorang santri. Diajaknya shalat berjamaah, dan sesekali dibangunkan malam hari untuk shalat tahajjud. Kemudian K.H. Hasbullah membimbingnya untuk menghafalkan Juz Ammah dan membaca Al Quran dengan tartil dan fasih. Lalu beliau dididik mengenal kitab-kitab kuning, dari kitab yang paling kecil dan isinya diperlukan untuk amaliyah sehari-hari. Misalnya Kitab Safinatunnaja, Fathul Qorib, Fathul Mu’in, Fathul Wahab, Muhadzdzab dan Al Majmu’. Abdul Wahab juga belajar Ilmu Tauhid, Tafsir, Ulumul Quran, Hadits, dan Ulumul Hadits.

Kemauan yang keras untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya tampak semenjak masa kecilnya yang tekun dan cerdas memahami berbagai ilmu yang dipelajarinya. Sampai berusia 13 tahun Abdul Wahab dalam asuhan langsung ayahnya. Setelah dianggap cukup bekal ilmunya, barulah Abdul Wahab merantau untuk menuntut ilmu
Ia belajar di Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Mojosari Nganjuk, Pesantren Tawangsari Sepanjang, belajar pada Syaikhona R. Muhammad Kholil Bangkalan Madura, dan Pesantren Tebuireng Jombang di bawah asuhan Hadratusy Syaikh KH. M. Hasyim Asy‘ari. Disamping itu, Kyai Wahab juga merantau ke Makkah untuk berguru kepada Syaikh Mahfudz at-Tirmasi dan Syaikh Al-Yamani dengan hasil nilai istimewa.
KH. Abdul Wahab Hasbulloh merupakan bapak Pendiri NU, selain itu juga pernah menjadi Panglima Laskar Mujahidin (Hizbullah) ketika melawan penjajah Jepang. Beliau juga tercatat sebagai anggota DPA bersama Ki Hajar Dewantoro. Tahun 1914 mendirikan kursus bernama “Tashwirul Afkar”.
Tahun 1916 mendirikan Organisasi Pemuda Islam bernama Nahdlatul Wathan, kemudian pada 1926 menjadi Ketua Tim Komite Hijaz. KH. Abdul Wahab Hasbulloh juga seorang pencetus dasar-dasar kepemimpinan dalam organisasi NU dengan adanya dua badan, Syuriyah dan Tanfidziyah sebagai usaha pemersatu kalangan Tua dengan Muda.
KH. A. Wahab Hasbullah adalah pelopor kebebasan berpikir di kalangan Umat Islam Indonesia, khususnya di lingkungan nahdhiyyin. KH. A. Wahab Hasbullah merupakan seorang ulama besar Indonesia. Beliau merupakan seorang ulama yang menekankan pentingnya kebebasan dalam keberagamaan terutama kebebasan berpikir dan berpendapat. Untuk itu kyai Abdul Wahab Hasbullah membentuk kelompok diskusi Tashwirul Afkar (Pergolakan Pemikiran) di Surabaya pada 1914.
Bertempat di Ampel Suci (dekat Masjid Ampel Surabaya), madrasah ‘Taswirul Afkar’ bergerak maju. Puluhan dan bahkan kemudian ratusan anak di Surabaya bagian utara itu menjadi murid ‘Taswirul Afkar’, yang pada saat itu (tahun-tahun permulaan) dipimpin K.H. A. Dachlan. Namun demikian, bukan berarti meniadakan kelompok diskusi tadi. Kegiatan diskusi tetap berjalan dan bahkan bertambah nampak hasilnya, berupa ‘Taswirul Afkar’. Dan madrasah ini hingga sekarang masih ada dan bertambah megah. Hanya tempatnya telah berpindah, tidak lagi di Ampel Suci, tetapi di Jalan Pegirian Surabaya.
Tashwirul Afkar tidak hanya menghimpun kaum ulama pesantren. Ia juga menjadi ajang komunikasi dan forum saling tukar informasi antar tokoh nasional sekaligus jembatan bagi komunikasi antara generasi muda dan generasi tua. Karena sifat rekrutmennya yang lebih mementingkan progresivitas berpikir dan bertindak, maka jelas pula kelompok diskusi ini juga menjadi forum pengkaderan bagi kaum muda yang gandrung pada pemikiran keilmuan dan dunia politik.  
Bersamaan dengan itu, dari rumahnya di Kertopaten, Surabaya, Kyai Abdul Wahab Hasbullah bersama KH. Mas Mansur menghimpun sejumlah ulama dalam organisasi Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) yang mendapatkan kedudukan badan hukumnya pada 1916. Dari organisasi inilah Kyai Abdul Wahab Hasbullah mendapat kepercayaan dan dukungan penuh dari ulama pesantren yang kurang-lebih sealiran dengannya. Di antara ulama yang berhimpun itu adalah Kyai Bisri Syansuri (Denanyar Jombang), Kyai Abdul Halim, (Leimunding Cirebon), Kyai Alwi Abdul Aziz, Kyai Ma’shum (Lasem) dan Kyai Cholil (Kasingan Rembang). Kebebasan berpikir dan berpendapat yang dipelopori Kyai Wahab Hasbullah dengan membentuk Tashwirul Afkar merupakan warisan terpenting beliau kepada kaum muslimin Indonesia. Kyai Wahab telah mencontohkan kepada generasi penerusnya bahwa prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat dapat dijalankan dalam nuansa keberagamaan yang kental. Prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat tidak akan mengurangi ruh spiritualisme umat beragama dan kadar keimanan seorang muslim. Dengan prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat, kaum muslim justru akan mampu memecahkan problem sosial kemasyarakatan dengan pisau analisis keislaman.
Pernah suatu ketika Kyai Wahab didatangi seseorang yang meminta fatwa tentang Qurban yang sebelumnya orang itu datang kepada Kyai Bisri Syansuri. “Bahwa menurut hukum Fiqih berqurban seekor sapi itu pahalanya hanya untuk tujuh orang saja”, terang Kyai Bisri. Akan tetapi Si Fulan yang bertanya tadi berharap anaknya yang masih kecil bisa terakomodir juga. Tentu saja jawaban Kyai Bisri tidak memuaskan baginya, karena anaknya yang kedelapan tidak bisa ikut menikmati pahala Qurban. Kemudian oleh Kyai Wahab dicarikan solusi yang logis bagi Si Fulan tadi. “Untuk anakmu yang kecil tadi belikan seekor kambing untuk dijadikan lompatan ke punggung sapi”, seru kyai Wahab.
Dari sekelumit cerita di atas tadi, kita mengetahui dengan jelas bahwa seni berdakwah di masyarakat itu memerlukan cakrawala pemikiran yang luas dan luwes. Kyai Wahab menggunakan kaidah Ushuliyyah “Maa laa yudraku kulluh, laa yutraku julluh”, Apa yang tidak bisa diharapkan semuanya janganlah ditinggal sama sekali. Di sinilah peranan Ushul Fiqih terasa sangat dominan dari Fiqih sendiri.
Dari catatan sejarah berdirinya GP Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU). Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh dan pembinaan kader. KH. Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH. Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam. Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH. Abdul wshab hasbulloh –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air).
Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).
Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab Hasbullah —ulama besar sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam.
Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU. Dimasukkannya ANO sebagai salah satu departemen dalam struktur kelembagaan NU berkat perjuangan kiai-kiai muda seperti KH. Machfudz Siddiq, KH. A. Wahid Hasyim, KH. Dachlan. 
(Dihimpun dari Berbagai Sumber)



Masjid Tholabuddin

Moch  shodiq  Fuull.






7 Hikmah dan Keutamaan Qurban 'Idul Adha.

 

 

Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurba. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut: 


1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah


Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]

5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]
Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

 6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]

7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 - 107]

 

 
 
 Moch  shodiq  Fuull.

 

 

 

http://www.fimadani.com/7-hikmah-dan-keutamaan-qurban-idul-adha/ 



Rabu, 23 Juli 2014

Sekar , Bojonegoro .



Pesan   Bijak  .


"  Sebuah  senyuman dapat  membuat  hari  yang 
 gelap  menjadi  cerah  "  


Dahlan Iskan * 


Masjid Tholabuddin



Presiden RI   Yang  Baru   .




Hari  Selasa, 22 Juli 2014 Indonesia memutuskan melalui Sidang Paripurna KPU bahwa Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia utnjuk Periode 5 tahun (2014-2019) adalah Bpk. Ir. H. Joko Widodo dan Bpk. H. Moh. Jusuf Kalla...ini adalah kemenangan kita yaitu Persatuan Indonesia tepat di bulan Suci Ramadhan 1435 H. bulan penuh Rahmat, maghfiroh dan terbebasnya kita dari api neraka...Oleh karena itu yang kalah harus tetap sabar dan tawakkal dan yang menang tidak boleh menyombongkan dan sombong..harus merangkul semuanya demi Indonesia Raya yang adil. makmur dan sejahtera...Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur...kita harus saling maaf memaafkan dan saling metangkul satu dengan lainnya.....Semoga Allah SWT. bersama kita dan melindungi kita...”Aamiin ya rabbal ‘alamin: ﺁﻣِﻴْﻦُ ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦ.