#MochShodiqFuull .
“Keraguan bukan merupakan lawan dari keyakinan.
Namun Keraguan adalah bagian dari keyakinan.”
.
Mencari Ilmu
Oleh : KH Fahrurozi (Wakil Sekretaris PWNU Jatim )
Mencari ilmu wajib bagi setiap muslim dan muslimat sejak lahir hingga
keliang lahat. Ilmu yang wajib diketahui pertama adalah tentang ilmu
Keesaan Allah yaitu tauhid.
“Orang beribadah tapi tidak punya ilmu maka lebih baik dari pada
orang tidur tapi berilmu,” kata KH Fahrurozi, Wakil Sekretaris PWNU
Jatim, di mimbar Jumat Masjid Al-Akbar Surbaya, pekan lalu.
Seorang yang mencari ilmu tentu ada etika yang harus dilakukan agar
mendapatkan ilmu yang manfaat. Kiai Fahrurozi menguraikan tentang adab
mencari ilmu menurut Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari, Pendiri NU.
Pertama, bagi para santri atau pelajar hendaknya kalian menyucikan
hati dari dengki, sombong dan bohong, sebelum memulai belajar. Karena
hati tempat cahaya yang diberikan oleh Allah.
Imam Syafi’i mengatakan kepada gurunya Imam Malik. Aku mengadu kepada
guruku Imam Baqi. Bahwa aku sulit menghafalkan. Lalu gurunya memberi
petunjukan agar aku meninggalkan maksiat.”Ilmu itu adalah cahaya dan
cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yg hati kotor,” kata Kiai
Fahrurrozi.
Kedua, memperbaiki niat. Mencari ilmu hendaknya semata-mata ingin
Ridho Allah dan ingin mengamalkan ilmu. Hadis Ibnu Majah mengatakan
barang siapa mencari ilmu dengan tujuan dia menyombongkan diri, agar dia
bisa dikenal. Kata Rasulullah orang seperti ini akan masuk neraka.
Ketiga, Mencarilah ilmu di waktu muda, karena waktu muda adalah waktu
yang istimewa. seorang anak adam nanti akan ditanya umurmu dihabiskan
di mana dan masa muda mu dihabiskan di mana. Tapi mencari ilmu tidak ada
batasan, tidak ada kata terlambat. Banyak ulama yang belajar di masa
tua.
Keempat, Bersikap hidup sederhana, tidak ada kata berfoya-foya. Imam
Syafi’i mengatakan tidak akan sukse orang yang mencari ilmu dengan gaya
hidup glamor. Contohnya Imam Syafii saat mencari ilmu hidup sederhana,
sering kali menahan lapar. Maka darinya ekonomi bukan menjadi alasan
untuk tidak menuntut ilmu.
Kelima, membagi waktunya. Keenam bagi para pencari ilmu kurangi makan
dan minum. Kalau terlalu banyak makan akan sulit konsentrasi. Ketujuh,
Melatih diri dengan menjauhi barang yang subhat.
Itulah sikap wirai. Agar tidak jatuh. Pastikan makanan yang halal.
Makanan itu akan menjadi darah dan menjadi daging. Kedelapan, jangan
banyak tidur. “Kalau usia kita 63 tahun dan tidur 8 jam maka usia kita
20 tahun untuk tidur,” pungkasnya. (nuo)
Moch Shodiq Fuull.
Berbuka Puasa Ramadhan bersama .
Masjid Tholabuddin .
.
.
Aku Adalah Tempat Yang Paling sempit .-
Maka Luaskanlah Aku Dengan Silaturrahmi .-














Tidak ada komentar:
Posting Komentar