Senin, 24 Februari 2014

Masjid Tholabuddin

PENDIRIAN MASJID PERTAMA  







Peristiwa pendirian masjid yang pertama, memberikan kepada umat Islam makna yang sesungguhnya tentang masjid. Setelah kurang lebih 12 tahun menjalankan tugas kerasulan di Mekkah. Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk hijrah ke Madinah.Ditilik dari ilmu perang, hijrah merupakan taktik dan strategi Nabi untukmengembangkan addin dan mengIslamkan umat. Taktik untuk mencapi tujuan strategi dijalankan beliau di Mekkah. Tetapi kemajuan Islam terasa lambat sekali dan tantangan lawan terlalu kuat dan makin giat. Nabi menukar taktik dengan menjadikan Madinah sebagai markas besarnya.Ternyata taktik tersebut berhasil. Demikianlah Senin 12 Rabiul Awwal (28 Juli 622 M) Nabi Muhammad S.A.W. meninggalkan Mekkah pergi ke Quba, selatan Yatsrib,yang sesudah itu bernama Madinah dan hijarahnya Nabi merupakan awal kalenderium Islam yang berarti dimulainya periode Islam dalam sejarah umat manusia. Kurun Madinah dalam pertumbuhan Islam, yang mulai sesudah hijrah merupakan kurun yangberbeda dari kurun Mekkah. Di Madinah penganut Islam cepat berkembang, sungguhpun mendapat halangan dari pihak Yahudi, yang tadinya diharapkan Nabi akan menolongnya, rupanya Taurat terkena perubahan tangan manusia. Taurat asli mengajarkan kepada kaum Yahudi untuk mengakui Islam dan Muhammad. Tetapi kitab suci yang sudah kena perubahan tangan manusia itu berisikan sebaliknya sehingga terjadilah perpecahan dengan golongan Yahudi. Disamping orang-orang yang masuk Islam karena benar-benar yakin, terdapat pula golongan yang masuk Islam karena pertimbangan keuntungan dan kepentingan diri sendiri, mereka ini adalah kaum munafik. Ikrar keyakinan mereka hanya sekedar ucapan dengan lidah, tanpa meyakini dengan hati, mereka bersandiwara.
Peristiwa pembangunan masjid pertama menggambarkan makna sesungguhnya dari masjid. Apabila hari pertama Nabi dengan rombongannya sampai di daerah Madinah dalam hijrahnya dari Mekkah, serta merta dibangunlah masjid, adalah tujuan logis atau sudah dapat disimpulkan bahwa Nabi pada hari pertama sekali sudah tidak akan melakukan kerja pembangunan masjid manakala beliau tidak beranggapan bahwa masjid itu sangat penting bagi keberadaan Islam dalam menghadapi kurun Madinah, pembangunan masjid tersebut dianggap Nabi lebih penting dari yang lainnya dalam saat darurat itu. Dalam rangka pertanyaan Abu Zar tentang masjid Aqsa, Rasulullah menyatakan :"Dimana saja engkau berada, jika waktu Shalat tiba, Shalatlah,karena disitupun masjid" (dikutip dari hadits Muslim). Dikandang kambingpun, kalau terpaksa sShalat dapat dilakukan, kalau perlu juga gedung khusus untuk masjid.
Jika diteliti dalam sejarah Islam, akan dapat disimpulkan bahwa penyempurnaan agama Islam dapat dikembalikan dasar-dasarnya kepada apa yang dilakukan Nabi sesudah hijrah. Sepuluh tahun terakhir dari hidup Nabi, semenjak hijrah sampai wafat, Nabi telah meletakkan tonggak dasar dunia Islam. Apbila Nabi pada hari pertama sudah mendirikan masjid dapatlah disimpulkan bahwa dengan itu Nabi membangun lembaga utama dari dunia Islam, karena tugas-tugas yang diberikan Nabi kepada masjid merupakan "benih" yang dalam perkembangannya melahirkan dunia Islam. Maka tepatlah jika masjid sebagai pusat ibadah dan kebudayaan Islam.
Ketika Rasulullah SAW hijrah meninggalkan masjid Mekkah ia berhenti di Quba, yaitu sebuah tempat yang tidak jauh dari kota Madinah. Empat hari lamanya Rasulullah dan sahabat-sahabat yang mengikutinya tinggal ditempat tersebut. Pada hari jum'at mereka harus melakukan sholat jum'at berjama'ah dan pada hari itu pula mereka membuat untuk bersembahyang. Inilah masjid yang pertama kali didirikan.
Kemudian Nabi menuju kota Madinah, kedatangan beliau dan para sahabat disambut dengan meriah, disongsong keluar pintu kota, dielu-elukan dengan takbir dan kasidahan, tiap-tiap kabilah mempersilahkan Rasulullah menjadi tamunya, akan tetapi ia menolak dan membiarkan unta yang membawanya berjalan sendiri memilih tempat berhenti. Unta yang dilepaskan tidak bertali itu berjalan dengan diiringi oleh kaum muslimin, karena mereka ingin menyaksikan dengan mata sendiri, dimanakah gerangan unta tersebut berhenti. Unta tersebut berhenti di dekat murbat (tempat yang biasa untuk menambatkan binatang ternak) kepunyaan dua orang anak yatim yang bernama Sahal dan Suhail bin Amru. InsyaAllah inilah tempatnya" sabda Nabi kemudian ia membaca sebuah ayat "Ya Allah,tempatkanlah kami pada tempat yang membawa berkah, dan engakulah yang sebaik-baiknya memberi tempat".
Tempat tersebut kemudian di beli oleh Mu'az bin Afra, karena dialah wali yang memelihara kedua anak yatim itu. Maka disitulah Nabi mendirikan rumahnya dan dalam pada itu dimulailah mengerjakan masjid dengan cara bergotong royong. Pekerjaan itu dilakukan dengan gembira dan sepenuh hati oleh para sahabat dan masyarakat Madinah, yang selama ini tidakpernah bekerja berat apalagi bergelimang lumpur, waktu bekerja bersama- sama itu, Rasululah juga ikut membantu bersama para sahabat.
Pekerjaan membangunan masjid tidak banyak memakan waktu, karena selain dikerjakan secara bergotong royong, bangunan masjid itu amat sederhana. Disekelilingnya didirikan pagar tembok dari batu bata yang diplester dengan tanah liat. Pada bagian muka yaitu dekat mihrab diberi atap yang terbuat dari pelapah kurma yang disusun rapat, sedangkan bagian belakangnya hanya terbuka saja. Atapnya hanya dibuat kecil, sehingga sewaktu-waktu sinar matahari yang terik langsung menimpa orang yang sedang shalat. Kalau hari hujan ruangan masjid menjadi basah dan becek sebab lantainya hanya pasir. Enam tahun lamanya bangunan masjid tetap seperti itu, tak ada yang berubah, sederhana dan terasa indah.

Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108)


"Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertamaadalah lebih patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri"  



1001 Kisah Teladan 
https://www.facebook.com/permalink.php?id=296515214767&story_fbid=10150962613624768



Tidak ada komentar:

Posting Komentar