Minggu, 06 Desember 2015

Pasar Soponyono . Rungkut

Selamat  Tahun  Baru   2016  yang penuh tantangan  ..



Pasar Soponyono . Rungkut

- Selalu sederhana untuk menghasilkan hal - hal 
 yang mengagumkan -

Pasar Soponyono . Rungkut

Cak  Jono  di Pasar  Soponyono Rungkut .

Pasar Soponyono . Rungkut



AKU ADALAH AKU YANG INGIN BAHAGIA

Aku adalah aku yang mencintaimu
Aku adalah aku yang menyayangimu
Aku adalah aku yang menanti untaian kasih cintamu
Aku adalah aku yang selalu membius pertahanan imanku
Karena aku tau aku tak akan mampu bertahan karena cintamu
Aku adalah aku yang selalu menyukai senyumanmu
Yang menyukai gemulai gerakmu
Yang mempesona saat kau mengatakan cintamu
Namun kini

Aku adalah aku yang terdiam dalam lara cinta
Aku adalah aku yang terjerebab dalam penawaran rindumu
Aku tetaplah aku yang kini terperosok dalam kehancuran jiwa anugerah cintamu
Aku tetaplah aku yang terpuruk oleh untaian janji indahmu yang membuatku terbang tinggalkan bumi merana dalam awan cintamu

Dan kini kau kau pergi tinggalkan aku dalam kesendirian menggapai amartha kasih
Sendiri tertatih mencari makna lain buat mengganti makna dirimu
Oh .... Cinta
Aku tetaplah aku yang masih mencintaimu
Aku tetaplah aku yang tak mampu marah
Aku adalah aku yang kau tinggalkan sendiri menggapai harapan
Dan kini......
Aku ingin kau membawaku kembali untuk meraih bahagia   



MWC Nahdlatul Ulama Kec.Rungkut - Surabaya .


Pengakuan Ini Harus Diamankan  .






 

 

 


SURABAYA – Mengenang  kembali  peristiwa  bersejarah  munculnya Resolusi Jihad, Museum Nahdlatul Ulama Sabtu Malam (21/11) menggelar Napak tilas Resolusi Jihad yang dihadiri ratusan warga Nahdliyin.

Resolusi yang didasari oleh Fatwa Jihad KH Hasyim Asyari 70 tahun silam, tepatnya tanggal pada tanggal 21-22 Oktober  1945 terbukti dapat memberikan kontribusi besar bagi perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan Kota Surabaya dari serangan Sekutu yang kemudian dikenal dengan 10 Nopevenber, Hari Pahlawan.

Kegiatan Napak Tilas ini hadiri sejumlah tokoh NU, Sekda Provinsi Jatim dan ratusan warga nahdliyin yang bertempat di halaman Museum Nahdlatul Ulama, Jalan Gayungsari, Surabaya.

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mengajak pada seluruh lapisan masyarakat di Indonesia guna  merevitalisasi  semangat  Resolusi Jihad di era reformasi dengan bersama-sama  mengedepankan nilai-nilai kebangsaan.

“Revitalisasi jihad perlu dikobarkan kembali, misalnya dengan mendesak para penyelenggara negara untuk meninjau kembali  reformasi  yang  ternyata  tidak  membikin  ketatanegaraan  kita semakin baik, tetapi justru sebaliknya semakin buruk,“ tegas  Dr  Muhibbin  Zuhri  Direktur  Museum  Nahdlatul  Ulama Surabaya.

Selain itu, Muhibbin Zuhri yang juga menjabat Ketua PCNU Surabaya ini menambahkan bahwa kegiatan tersebut  untuk memunculkan  kembali  kesadaran terhadap peran besar  Resolusi  Jihad  di bulan  Oktober  dan November 1945  serta berupaya  untuk berpartisipasi dalam pelestarian nilai-nilai sejarah.

Sementara MH Rofiq, Ketua Yayasan Bina Pemuda mengatakan, bahwa, peringatan Resolusi Jihad seperti ini memiliki makna yang luar biasa. Menurut Cak Rofiq, pangilan akrabnya, peristiwa 10 November 1945, tidak bisa dipisahkan dengan resolusi jihad. “Sejarah ini tidak boleh dilupakan. Selama ini Resolusi Jihad seakan terpenggal dalam sejarah nasional,” kata mantan Ketua PW GP Ansor Jatim ini.

Penulisan sejarah nasional selama ini, juga dikritisi Dewan Kurator Museum NU, Drs H Choirul Anam. Menurut Cak Anam, panggilan akbranya, selama ini pemerintah tidak pernah mencatat atau mengakui resolusi jihad dan perjuangan para ulama NU. Baru pada era pemerintahan Jokowi-JK ini, ada penetapan Hari Santri Nasional (HSN).

“(Pengakuan red.) ini harus kita pegang dan kita simpan dalam Museum NU. Sebagaimana sambutan Gubernur Jawa Timur yang dibacakan Pak Kardi (Sukardi, Sekdaprov red.) tadi, ini merupakan pengakuan pemerintah,” kata Cak Anam yang dikenal sebagai sejarawan NU.

Peringatan 70 Tahun Resolusi Jihad kemarin, dimulai dengan pembacaan narasi sejarah Resolusi Jihad NU dan dilanjutkan dengan  orasi  budaya  yang  menampilkan  budayawan  clurit  emas asal Madura, KHZawawi Imron dan Sejarawan Nahdlatul Ulama Drs. H. Choirul Anam.
Selanjutnya hari Minggu pagi ini, (22/11/2015)  akan  dilakukan  Napak  Tilas  menuju Pondok  Pesantren Tebuireng  Jombang  untuk  berziarah  ke  makam  para  pencetus  Resolusi  Jihad  yaitu KH Hasyim As’ary dan dan diteruskan  ke  Pondok  Pesantren Tambakberas, berziarah ke makam KH Wahab Chasbullah. udk 



http://duta.co/?p=9036

Masjid Tholabuddin

" Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan ( tidak pula ) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab ( Lauh Mahfuzh ) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah muda bagi Allah "

(QS . Al -Hadid : 22)

PAC .IPNU RUNGKUT .

Selamat  Dan  Sukses    Kongres 
IPNU  18  -  IPPNU  17  
di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak.

PAC  IPNU - IPPNU  RUNGKUT .
 .
.

 .

Pasar Soponyono . Rungkut

orang  yang  malas  kerja  ....orang  rungkut lor  gang  10 .

Pasar Soponyono . Rungkut





PAC GP Ansor Rungkut


" Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan ( tidak pula ) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab ( Lauh Mahfuzh ) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah muda bagi Allah "

(QS . Al -Hadid : 22)







Pasar Soponyono . Rungkut

Aku akui , aku benar - benar dibutakan cinta . Cinta yang mana ? ... jika jelas mendapatkannya   


PAC GP Ansor Rungkut


* - Pahlawan adalah seseorang yang telah memberikan hidupnya untuk sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri - * 



Pasar Soponyono . Rungkut



Ya. Allah jika dia adalah jiwa yang engkau pilihkan untukku
Berikanlah hamba jalan yang terbaik untuk bisa menggapai anugerah~Mu
Jika dia adalah taqdir yang Engkau Tetapkan padaku
Sampaikan cinta dan rinduku padanya dengan cinta~Mu
Jika dia tercipta untukku
Pantaskan aku untuknya
Dan pantaskan dia untuk

Ehem..


MWC Nahdlatul Ulama Kec.Rungkut - Surabaya .

Konfercab PCNU Surabaya Putuskan Muhibbin Zuhri Sebagai Ketua  .

intasjatim.com, SURABAYA - Duet KH Mas Sulaiman dan Dr Muhibbin Zuhri akhirnya terpilih memimpin Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya masa khidmad 2015-2020 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Ulang PCNU Kota Surabaya berlangsung di Kantor PWNU Jawa Timur, Minggu (8/11).


Konfercab ulang ini digelar lantaran pada Konfercab PCNU Kota Surabaya di PP Al Fatih Tambak Osowilagun pada beberapa bulan sebelumnya terbukti ada praktek riswah (sogok/money politic) sehingga terpilihnya KH Mas Sulaiman sebagai rais syuriah dan Ali Burhan sebagai ketua tanfiziyah PCNU Kota Surabaya tidak diakui oleh PBNU maupun PWNU Jawa Timur.



Mekanisme pemilihan rais syuriah dalam Konfercab ulang ini juga sudah mengadopsi AD/ART NU hasil Muktamar ke 33 di Jombang, yakni menggunakan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Sebanyak 219 suara dari MWC dan Pengurus Ranting NU se Surabaya mengusulkan 9 nama calon rais syuriah kemudian ditabulasi sembilan nama yang mendapatkan dukungan suara terbanyak.

"Tim AHWA yang terpilih terdiri dari KH Mas Sulaiman Nur (113 suara), KH Sholeh Sahal (95 suara), KH Dzul Hilmi (92 suara), KH Qodi (91 suara), KH Abdul Bari (90 suara), KH Hasyim Rowie (89 suara), KH Ali Maghfur (85 suara), KH Ghozali Said (81 suara) dan KH Farochi (80 suara)," ujar Prof Muhammad Nuh DEA selaku pimpinan sidang pemilihan rais syuriah PCNU Kota Surabaya.

Dalam musyawarah Tim AHWA, akhirnya disepakati bahwa KH Mas Sulaiman Nur sebagai rais syuriah terpilih PCNU Kota Surabaya dengan catatan semua kandidat calon ketua tanfidziyah yang terbukti terlibat Riswah dilarang maju mencalonkan diri lagi. Artinya, peluang KH Saiful Chalim, Ali Burhan maupun Musyafak Rouf dilarang maju.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

MWC Nahdlatul Ulama Kec.Rungkut - Surabaya .

Duet KH Mas Sulaiman dan Dr Muhibbin Zuhri Pimpin 

PCNU Surabaya .

SURABAYA (Realita)-Duet KH Mas Sulaiman dan Dr Muhibbin Zuhri akhirnya terpilih memimpin Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya masa khidmad 2015-2020 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Ulang PCNU Kota Surabaya berlangsung di Kantor PWNU Jawa Timur, Minggu (8/11).

  Konfercab ulang ini digelar lantaran pada Konfercab PCNU Kota Surabaya di PP Al Fatih Tambak Osowilagun pada beberapa bulan sebelumnya terbukti ada praktek riswah (sogok/money politic) sehingga terpilihnya KH Mas Sulaiman sebagai rais syuriah dan Ali Burhan sebagai ketua tanfiziyah PCNU Kota Surabaya tidak diakui oleh PBNU maupun PWNU Jawa Timur.

Mekanisme pemilihan rais syuriah dalam Konfercab ulang ini juga sudah mengadopsi AD/ART NU hasil Muktamar ke 33 di Jombang, yakni menggunakan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Sebanyak 219 suara dari MWC dan Pengurus Ranting NU se Surabaya mengusulkan 9 nama calon rais syuriah kemudian ditabulasi sembilan nama yang mendapatkan dukungan suara terbanyak.

"Tim AHWA yang terpilih terdiri dari KH Mas Sulaiman Nur (113 suara), KH Sholeh Sahal (95 suara), KH Dzul Hilmi (92 suara), KH Qodi (91 suara), KH Abdul Bari (90 suara), KH Hasyim Rowie (89 suara), KH Ali Maghfur (85 suara), KH Ghozali Said (81 suara) dan KH Farochi (80 suara)," ujar Prof Muhammad Nuh DEA selaku pimpinan sidang pemilihan rais syuriah PCNU Kota Surabaya.

Dalam musyawarah Tim AHWA, akhirnya disepakati bahwa KH Mas Sulaiman Nur sebagai rais syuriah terpilih PCNU Kota Surabaya dengan catatan semua kandidat calon ketua tanfidziyah yang terbukti terlibat Riswah dilarang maju mencalonkan diri lagi. Artinya, peluang KH Saiful Chalim, Ali Burhan maupun Musyafak Rouf dilarang maju

Pasar Soponyono . Rungkut



Ya Allah jika dia adalah jiwa yang engkau pilihhan untukku ..
Berikanlah hamba jalan yang terbaik untuk bisa menggapai anugerah - MU .


Pasar Soponyono . Rungkut



* - Saat hati tak mampu menyatu 
* - Saat mata tak mampu menatap kedepan
* - Saat bibir tak mampu tersenyum
* - Saat itulah aku mengerti artinya kehilangan 

MWC Nahdlatul Ulama Kec.Rungkut - Surabaya .

Konfercab Ulang, Sidang AHWA NU Surabaya Sempat Alot  .


Foto: (Dari kiri) KH Mas Sulaiman Nur dan Prof M Nuh

 Senin, 09/11/2015 02:01   .



Surabaya, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya kembali menggelar konferensi cabang, Ahad (8/11) kali ini ditempatkan di Gedung PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur Nomor 9 Surabaya, Jatim. Konfercab ulang ini dilaksanakan oleh tim karteker yang dibentuk oleh PWNU Jatim atas mandat dari Pengurus Besar NU.

Ketua Karteker NU Surabaya Prof Dr H Sonhaji Sholeh mengatakan, konfercab ulang Surabaya ini menerapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sesuai dengan keputusan Muktamar Ke-33 NU di Jombang Agustus lalu. "Dengan Sistem AHWA saya berharap akan terpilih Rais Syuriyah melalui musyawarah untuk mufakat," jelasnya.

Saat registrasi para Rais Syuriyah MWC NU dan Ranting NU se-Surabaya menyetorkan nama-nama anggota AHWA. Selanjutnya karteker kemudian menabulasi secara terbuka. Dari pantauan NU Online pendataan yang dimulai sejak siang hari itu, selesai hingga sore hari.

Dari pendataan itu muncul sembilan nama teratas, kemudian ditetapkan sebagai anggota AHWA. KH Mas Sulaiman Nur berada di urutan pertama, disusul KH Sholeh Sahal, KH Ahmad Dzul Hilmi, KH Qodli S, KH Abdul Bari, KH Hasyim Rowie, KH Ali Maghfur, KH Ghozali Said dan yang kesembilan adalah KH Farochi.

"Dari Sembilan nama ini akan melakukan rapat dengan waktu satu jam, untuk memilih ketua dan sekretaris Ahwa lalu memilih Rais Syuriyah PCNU Surabaya," jelas Ir Muhammad Qoderi, pimpinan sidang.

Para anggota AHWA yang didampingi oleh Prof Shonhaji (Ketua Karteker) dan Prof M Nuh (Ketua PBNU) melaksanakan rapat tertutup di ruang VVIP PWNU Jatim. "Sidang AHWA berjalan sangat alot hingga memakan waktu dua jam lebih dan akhirnya KH Mas Sulaiman Nur terpilih sebagai Ketua AHWA dan sekaligus Rais Syuriyah PCNU Surabaya," jelas KH Ghozali Said, sekretaris sidang AHWA kepada para pengurus MWC dan Ranting NU se Surabaya. (Rof Maulana/Mahbib)





PAC GP Ansor Rungkut

 " Satu - satunya cara melakukan perkerjaan besar adalah mencintai apa yang anda lakukan "


( STEVE JOBS )

MWC Nahdlatul Ulama Kec.Rungkut - Surabaya .

Peringatan Resolusi Jihad, Momentum Hadapi MEA

UMUM | 23 Nov 2015




Jatim Newsroom- Sekretaris Daerah Jawa Timur, H Akhmad Sukardi mengatakan peringatan resolusi jihad merupakan momentum untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Jika dahulu Jihad mengusir penjajah, maka konteks saat ini adalah berdaulat dalam bidang ekonomi, politik dan pendidikan.
“Tantangan saat ini yang harus dihadapi dalam semangat jihad adalah menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), untuk  membuka koridor baru yang harus dipetik manfaatnya oleh Jawa Timur. Karenanya, tuntutan untuk menajadi super koridor adalah tuntutan globalisasi, “katanya dalam peringatan 70 Tahun Resolusi Jihad yang diadakan Museum NU, Minggu (23/11).
Ia menjelaskan dengan semangat resolusi jihad tersebut, Jawa Timur bertekad menjadi basis perdagangan, industri dan investasi dan tenaga kerja ahli. Disisi lain, Jatim juga harus membangun regulasi yang memihak pada pelayanan publik.
Lebih lanjut ia menambahkan, upaya-upaya Jatim dalam menghadapi MEA 2015, diantaranya membangun SMK Mini, membuat dan memperkuat perwakilan perdagangan antar pulau dan membuat basis ekonomi dalam negeri. “Hal tersebut merupakan bentuk nasionalisme baru di era perdagangan bebas saat ini,” ujarnya.
Direktur Museum NU, Muhibbin Zuhri mengatakan kegiatan peringatan resolusi jihad tersebut dimaksudkan untuk mengajak para pemuda di Jawa Timur merevitalisasi semangat resolusi jihad di era reformasi guna bersama-sama mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dalam membangun bangsa.
“Revitalisasi jihad perlu dikobarkan kembali, misalnya dengan mendesak para penyelenggara Negara untuk meninjau kembali reformasi yang, ternyata, tidak membikin ketatanegaraan kita semakin baik, tetapi justru sebaliknya semakin buruk, “tegas Muhibbin yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Kota Surabaya.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut juga bertujuan dari  kegiatan Napak Tilas Resolusi  Jihad ini memunculkan kembali kesadaran terhadap peranan besar resolusi jihad di bulan Oktober 1945 dan berupaya untuk berpartisipasi dalam pelestarian nilai-nilai sejarah.
Sementara itu, pengamat sejarah sekaligus inisiator Museum NU, Choirul Anam meminta NU menjaga dan melestarikan cagar budaya peninggalan resolusi jihad, agar tetap menjadi bukti untuk generasi yang akan datang tentang  nasionalisme para ulama era revolusi perjuangan di Surabaya.
Menurutnya, NU harus melestarikan cagar budaya peninggalan para ulama seperti halnya gedung markas besar ulama di sekitar Waru Sidoarjo. “Dulu di sekitar Waru ada MBO (Markas Besar Oelama) tempat berkumpulnya para ulama yang diupimpin Mbah Wahab (KH Wahab Chasbullah) untuk perjuangan 10 November 1945 , Mbah Wahab yang mengkoordinir Kiai-kiai sepuh disitu,“ jelasnya.
Kegiatan ini juga diisi orasi kebangsaan yang menampilkan budayawan nasional, KH Zawawi Imron dan dihadiri oleh sekitar 500 kalangan pemuda Nahdliyin yang tergabung dalam Bina Pemuda Jawa Timur dan ormas Nahdhiyah Cinta Indonesia (NCI). (luk)






PAC GP Ansor Rungkut


" kendalikan HATI dan PIKIRAN kamu akan menjadi pemimpin bijak " .

Pasar Soponyono . Rungkut


* Aku akui , aku benar - benar dibutakan cinta . Cinta yang mana ? ... jika jelas mendapatkannya ....