Foto: (Dari kiri) KH Mas Sulaiman Nur dan Prof M Nuh
Senin, 09/11/2015 02:01 .
Surabaya, NU Online
Pengurus Cabang
Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya kembali menggelar konferensi cabang,
Ahad (8/11) kali ini ditempatkan di Gedung PWNU Jatim, Jalan Masjid Al
Akbar Timur Nomor 9 Surabaya, Jatim. Konfercab ulang ini dilaksanakan
oleh tim karteker yang dibentuk oleh PWNU Jatim atas mandat dari
Pengurus Besar NU.
Ketua Karteker NU Surabaya Prof Dr H Sonhaji
Sholeh mengatakan, konfercab ulang Surabaya ini menerapkan Sistem Ahlul
Halli wal Aqdi (AHWA) sesuai dengan keputusan Muktamar Ke-33 NU di
Jombang Agustus lalu. "Dengan Sistem AHWA saya berharap akan terpilih
Rais Syuriyah melalui musyawarah untuk mufakat," jelasnya.
Saat
registrasi para Rais Syuriyah MWC NU dan Ranting NU se-Surabaya
menyetorkan nama-nama anggota AHWA. Selanjutnya karteker kemudian
menabulasi secara terbuka. Dari pantauan NU Online pendataan yang dimulai sejak siang hari itu, selesai hingga sore hari.
Dari
pendataan itu muncul sembilan nama teratas, kemudian ditetapkan sebagai
anggota AHWA. KH Mas Sulaiman Nur berada di urutan pertama, disusul KH
Sholeh Sahal, KH Ahmad Dzul Hilmi, KH Qodli S, KH Abdul Bari, KH Hasyim
Rowie, KH Ali Maghfur, KH Ghozali Said dan yang kesembilan adalah KH
Farochi.
"Dari Sembilan nama ini akan melakukan rapat dengan
waktu satu jam, untuk memilih ketua dan sekretaris Ahwa lalu memilih
Rais Syuriyah PCNU Surabaya," jelas Ir Muhammad Qoderi, pimpinan sidang.
Para
anggota AHWA yang didampingi oleh Prof Shonhaji (Ketua Karteker) dan
Prof M Nuh (Ketua PBNU) melaksanakan rapat tertutup di ruang VVIP PWNU
Jatim. "Sidang AHWA berjalan sangat alot hingga memakan waktu dua jam
lebih dan akhirnya KH Mas Sulaiman Nur terpilih sebagai Ketua AHWA dan
sekaligus Rais Syuriyah PCNU Surabaya," jelas KH Ghozali Said,
sekretaris sidang AHWA kepada para pengurus MWC dan Ranting NU se
Surabaya. (Rof Maulana/Mahbib)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar